CONTOH
PERUBAHAN KIMIA
BERAS
MENJADI NASI
Sebelum saya membahas contoh perubahan kimia,harus tahu dulu apa
itu yang di sebut perubhan kimia? Perubahan kimia adalah perubahan zat yang
menghasilkan zat baru dengan sifat-sifat baru, disebut juga dengan reaksi kimia. Zat yang berubah tidak
dapat kembali ke keadaan semula. Terdapat beberapa cirri-ciri perubahan kimia
suatu zat yaitu, terbentuk zat jenis baru,zat yg berubah tidak dapat kembali ke
bentuk semuladiikuti oleh perubahan sifat kimia melalui reaksi kimia,seperti yg
selama ini kita ketahui banyak sekali perubahan kimia yg kita alami dalam
kehidupan sehari-hari mukin salah satu dari perubahan kimia tersebut ,yaitu nasi menjadi beras .
Karena
beras mengandung sekita 90% pati, inti dari memasak nasi adalah reaksi pati
dalam air ada suhu tingi. Granul pati menyerap air, dan mengembang ketika panas
dilanjutkan. Ketika pada suhu tertentu (disebut sebagai suhu gelatinisasi)
tercapai, dinding sel granul memecah dan pati menjadi kental (gelatin). Ini
adalah inti yang terjadi selama proses memasak nasi. Ada dua jenis pati dalam
beras, amilsa dan amilopektin. Beras berbulir panjang kaya akan amilosa,
sedangakan bulir pendek kaya akan amilopektin. Sifat-sifat nasi yang yang
matang sangat beragam, tergantung pada jenis beras atau rasio kandungan amilosa
dan amilopektin dalam pati. Jadi, seperti yang kita ketahui, ketika telah
matang, beras berbulir panjang tidak terlalu lengket bila dibandingkan dengan
beras berbulir pendek.
Selain
dari pati, adalah kandungan karbohidrat, beras juga mengandung sejumlah protein
dan serat. Sebagai kandungan gizi dalam beras, umumnya mereka terdapat pada
lapisan luar butir beras yang disebut dedak (kulit padi). Sayangnya, dedak ini
nyaris dihilangkan semua pada proses penggilingan. Inilah mengapa kita harus mengkonsumsi
beras coklat (beras dengan kulit padi) bukan beras yang digiling. Masih banyak
sekali perubahan-perubahan kimia yg kita temui di lingkungan kita